“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Rum :21)
“Jika kita menghijrahkan cinta; dari kata benda menjadi kata kerja maka tersusunlah sebuah kalimat peradaban dalam paragraf sejarah. Jika kita menghijrahkan cinta; dari jatuh cinta menuju bangun cinta maka cinta menjadi sebuah istana, tinggi menggapai surga” (Salim A. Fillah).
Cinta merupakan fitrah, karunia yang diberikan Allah kepada manusia, sebuah modal yang diberikan oleh Allah. Bagaimana seorang manusia menggunakan modal itu, itu adalah tanggungjawabnya. Cinta bukanlah kata benda, namun dia adalah sebuah kata kerja. Manusia bukan jatuh cinta namun bangun cinta. Begitulah seharusnya modal ini digunakan.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan dengan memberikan surga untuk mereka” (At Taubah:111).
Coba kita fikirkan, Allah sudah memberi kita modal lalu Allah pun membeli kita dengan surgaNya, betapa nikmat yang luar biasa yang sudah diberikan Allah kepada manusia. Lalu apa yang harus kita fikirkan lagi, kenapa kita tidak segera menjual diri kita kepadaNya dan menggunakan modal ini sebaik-baiknya.
”Orang suci, menjaga kesuciannya dengan pernikahan, dan menjaga pernikahannya dengan kesucian” (Salim A.Fillah).
Memperbaiki diri sendiri dan menyeru orang lain kepada Allah merupakan dua kewajiban dasar di atas jalan dakwah dan wajib bagi setiap muslim, lelaki dan wanita. Di samping dua kewajiban itu timbul lagi satu kewajiban yang tidak kurang pentingnya yaitu menegakkan rumahtangga muslim.
Individu muslim itu adalah seorang manusia akidah yang wajib disediakan sarana untuk menjadi muslim yang sejati, yang menjadi contoh Islam yang sahih dan teladan pemimpin yang patut diikuti. Kita sangat memerlukan rumahtangga muslim yang menjadi contoh sebagai tiang yang kuat di dalam pembangunan masyarakat Islam.
Keluarga muslim mempunyai peranan yang penting di dalam kekuatan dan perpaduan masyarakat atau perpecahan dan kemusnahannya. Rumahtangga merupakan tempat bagi tunas-tunas baru, yang dididik dan dibentuk di peringkat pembentukan dan persediaan. Rumahtanggalah yang bertanggungjawab mencetak dan membentuk keteguhan pribadi anak-anak yang akan mencorakkan hidup mereka.
MENIKAH adalah keindahan, kecuali bagi yang menganggapnya sebagai beban. Rumahtangga adalah kemuliaan, kecuali bagi yang memandangnya sebagai rutinitas tak bermakna. Menikah, da’wah, dan jihad adalah seiring sejalan, kecuali bagi orang-orang yang terkacaukan logika dan nalarnya.
PERNIKAHAN berarti mempertemukan kepentingan-kepentingan bukan mempertentangkannya.
MENIKAH adalah peristiwa fitrah, fiqhiyah, dakwah, tarbiyah, sosial dan budaya.
- Fitrah artinya pernikahan merupakan salah satu sarana mengekspresikan sifat-sifat dasar kemanusiaan (yakni kecenderungan terhadap lawan jenis).
- Fiqhiyah artinya pernikahan memiliki sejumlah aturan fikih yang jelas (dari proses pembentukan keluarga, setelah terbentuknya keluarga, permasalahan dan solusinya).
- Dakwah artinya pernikahan merupakan pengkabaran tentang jati diri Islam kepada masyarakat. Tarbiyah artinya dengan pernikahan akan menguatkan sisi sisi kebaikan individual dari laki-laki dan perempuan yang menikah tersebut.
- Sosial artinya dengan pernikahan terhubunglah dua keluarga besar pihak laki-laki dan perempuan.
- Budaya artinya dengan pernikahan, terbaurkanlah 2 latar budaya yang tidak mesti sama dari kedua belah pihak.
Di jalan dakwah, aku menikah. Jalan ini menawarkan kelurusan orientasi, bahwa pernikahan adalah ibadah. Bahwa berkeluarga adalah salah satu tahapan dakwah untuk menegakkan kedaulatan di muka bumi Allah SWT. Bahwa berkeluarga bukanlah hanya proses untuk menghalalkan sesuatu yang belum halal, bahwa menikah bukanlah hanya melembagakan cinta namun menikah adalah cara kita untuk berkeluarga, membingkai nilai dan moral bagi kehidupan awal manusia, menikah adalah penyempurna dan penyuplai keimanan.
Untuk menjadikan Menikah sebagai penyempurna dan penyuplai keimanan maka sejak proses memilih jodoh landasannya haruslah benar.
- Memilih pasangan hidup haruslah karena kebaikan agamanya bukan sekedar karena kecantikan atau ketampanan wajah, kekayaan ataupun atribut-atribut fisikal lainnya.
- Proses bertemu dan menjalin hubungan hingga kesepakatan mau melangsungkan pernikahan tidak boleh diisi dengan kegiatan yang melanggar syariat dan nilai-nilai agama.
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (asy-Syams: 9-10)
Pemilihan
Saudara muslim dan saudari muslimah yang mau memperbaiki diri dan menyeru orang lain kepada Allah wajib ke atas keduanya memilih pasangan masing-masing. Putera Islam mencari puteri Islam untuk menjadi isterinya yang solehah. Puteri Islam mencari putera Islam untuk menjadikan suaminya yang soleh untuk berkongsi kehidupan suami isteri. Dari awal-awal lagi hendaklah mereka membangunkan keluarga muslim yang diasaskan di atas dasar takwa.
Saudara muslim yang sejati wajib mencari puteri Islam yang sejati dan memilih yang beragama, yang memahami tugas dan risalahnya di dalam kehidupan ini. Menjadikan pasangan hidupnya sebaik-baik penolong di atas jalan dakwah. Sentiasa mengingatkannya apabila dia lupa, sentiasa memberi perangsang dan tidak menghalangnya. Memelihara dirinya di waktu ketiadaannya walau berapa lama pun dan mendidik serta membentuk anak-anaknya menurut Islam yang sebenar.
Demikian juga puteri Islam yang sejati, tidak wajar dan tidak patut menerima sebarang jejaka untuk menjadi pasangan hidupnya kecuali seorang muslim yang sejati yang menjadi pendokong dakwah Islam. Yaitu seorang penganut akidah yang sahih yang bertakwa kepada Allah. Si isterinya pula dapat menolongnya untuk taat setia kepada Allah dan mencapai keridhaan Allah. Dengan cara yang demikian kita telah berjaya membangunkan sebuah keluarga Islam yang akan menjadi pusat dakwah dan jihad Islam.
Rasulullah s.a.w. telah mengarahkan kita kepadanya dengan sabda baginda: "Wanita itu dinikahi karana empat perkara: karana hartanya, karana keturunannya dan pangkatnya, karana kecantikannya dan kerana agamanya. Maka hendaklah kamu mengambil wanita yang beragama supaya kamu berbahagia". Oleh karana itu Rasulullah s.a.w., tidak mengiktiraf wali yang menikahkan puterinya dengan seorang lelaki yang tidak disukai oleh puterinya. Ini memberi peluang kepada puteri Islam untuk memilih suami yang soleh.
Rumahtangga Muslim Merupakan Risalah
Sebagaimana kita menghendaki bentuk yang benar dan hidup bagai Islam dan seorang muslim yang benar akidahnya, yang benar ibadatnya, yang benar akhlaknya, yang benar sikap dan yang benar segala tindak tanduk dan perkataannya, demikian juga kita menghendaki rumahtangga muslim itu supaya menjadi pusat perlaksanaan segenap ajaran Islam di dalam hidup berkeluarga dengan perlaksanaan yang selamat sejahtera dan teliti.
Kita ingin melihat suami muslim yang memikul tanggungjawab terhadap rumahtangganya menurut ketentuan Islam. Kita mau melihat bapak-bapak muslim yang memelihara anak-anaknya dengan adab-adab Islam, memberi kefahaman Islam yang sejati kepada mereka dan mengawasi mereka pada setiap peringkat hidup mereka. Kita mau melihat isteri muslimah yang menjadikan rumahtangga sebagai taman sari yang memuaskan dan menggembirakan suaminya. Di dalamnya terdapat hiburan dan keberkatan jauh dari kepayahan dan penat lelah perjuangan dan menolong suaminya mentaati Allah Taala.
Alangkah indah dan hebatnya kata-kata yang diucapkan oleh seorang isteri kepada suaminya tatkala dia keluar dari rumahnya di waktu pagi: "Bertakwalah kepada Allah di dalam urusan kami dan janganlah kekanda memberi kami makanan kecuali yang halal dan baik-baik sahaja".
Kita ingin melihat di dalam rumahtangga muslim ini, ibu muslim yang memelihara anak-anak dan membentuk mereka menurut acuan Islam kerana dialah yang sentiasa berdamping dengan mereka.
Inilah risalah, amanah dan tugas para wanita dan isteri yang paling penting yang selama ini coba dihapuskan oleh musuh-musuh manusia. Mereka coba menyelewengkan fakta-fakta ini dari para isteri dengan berbagai-bagai pembohongan dan penipuan dengan tujuan untuk merobohkan bangunan masyarakat.
Kita ingin melihat di dalam rumahtangga muslim itu, putera puteri Islam yang sejati yang memperhambakan diri mereka kepada Tuhan. Mereka mentaati Allah, berbuat baik dan berjasa
kepada ibu bapak. Mereka bergaul dengan sahabat-sahabat mereka menurut adab-adab Islam dan
tidak lahir dari mulut sepatah perkataan dan sebarang perbuatan yang bertentangan dengan Islam.
Kita mengingini rumahtangga muslim yang memelihara hubungan silaturrahim, yang senantiasa
mengambil berat urusan kerabat dan menyempurnakan hak-hak mereka. Kita mahu melihat rumahtangga dan keluarga muslim menjadi satu bentuk yang ulung di mana Islam telah terpahat kokoh di dalam diri mereka. Mereka bergaul baik dengan khadam mereka, di mana khadam mereka makan apa yang mereka makan dan berpakaian seperti apa yang mereka pakai dan tidak membebankan sesuatu bebanan di luar kemampuannya. Apabila mereka membebankan sesuatu di luar kemampuannya, mereka menolongnya.
Kita ingin melihat dari rumahtangga muslim itu satu bentuk yang unik sebagaimana yang telah digariskan oleh Islam tentang berbuat baik di dalam bermuamalah dengan tetangga. Mereka menyempurnakan hak tetangga sebagaimana peranan Rasulullah s.a.w.
Kita menghendaki rumahtangga muslim yang melahirkan contoh teladan yang baik dalam setiap aspek kehidupan. Dengan fesyen pakaian yang Islamik, makanan dan minuman yang halal, akhlak yang mulia, sikap yang Islamik, gaya yang Islamik dalam setiap adat dan tradisi, di waktu suka dan duka. Mereka menjauhi segala unsur-unsur jahiliah dan budaya jahiliah yang diimport dari luar.
Kita tidak mau melihat dari golongan sahib-ad-dakwah yang menyeru manusia kepada Allah, yang berjalan di atas jalan dakwah, melakukan sebarang kecuaian atau kelalaian di dalam melahirkan serta membina anggota-anggota keluarganya dengan ajaran Islam di dalam sebarang lapangan kehidupan keluarganya. Sesungguhnya orang yang lemah dalam memimpin rumahtangganya tidak akan mampu memimpin orang lain apatah lagi rumahtangga orang lain.
Rumahtangga Muslim Sebagai Markas Memancarnya Cahaya
Rumahtangga muslim yang sejati menurut tabiat dan lojiknya mesti menjadi pusat dakwah Islam. Setiap anggota keluarga yang akil baligh wajib menjadi sahibud-dakwah, pendukung dakwah, menyeru rumahtangga dan keluarga sekitarnya kepada Allah dengan penuh kesabaran, dengan hikmah dan nasihat yang baik. Isteri yang solehah mampu menarik hati tetangga-tetangga dengan dakwah kepada Allah. Kehadiran mereka merubah majlis-majlis yang dikuasai oleh umpat-mengumpat dan sia-sia menjadi majlis-majlis ilmu dan pelajaran dan ke arah memahami urusan agama.
Bidang dakwah Islam sangat memerlukan saudari muslimat yang menyeru manusia kepada Allah, supaya memainkan peranannya di kalangan puteri bangsanya. Sesungguhnya wanita hari ini
kecuali yang telah mendapat taufik Allah telah dijadikan boneka oleh musuh-musuh Islam untuk meruntuhkan dirinya dan memusnahkan orang lain. Tetapi kita hendaklah menjadikannya sebaga iwanita solehah yang turut bersama kita untuk memperbaiki yang rusak dan membangunkan yang ma‘ruf dan merobohkan yang mungkar serta menghapuskan yang batil, menyokong kemuliaan dan memerangi kehinaan.
Kita menghendaki rumahtangga muslim sebagai rumah api yang memberi panduan dan petunjuk kepada orang-orang yang bingung dan sesat di sekitarnya. la menghapuskan dan memusnahkan segala kegelapan di sekelilingnya serta menyinari jalannya untuk dilalui oleh mereka.
Dengan bertambahnya rumah-rumah muslim seperti ini akan bersambung-sambunglah daerah-daerah nur dan cahaya dan bercantum di antara satu sama lain sehingga mampu menyinari masyarakat. Maka dengan demikian keperibadian Islam mampu menyinari masyarakat dan memimpinnya di bawah naungan Islam. Lantaran itu kemuliaan mudah dikembang-biakkan dan kejahatan mudah dihapuskan. Barulah mudah dibentuk dasar dan asas keimanan yang bersih dan mantap sebagai asas bangunan Islam dan pemerintahan Islam seterusnya kerajaan Islam yang global.
Untuk itu, saudara saudari putera puteri Islam harus dan patut bersungguh-sungguh dan bersegera membangunkan rumahtangga muslim yang ideal yang menjadi model Islam yang sejati untuk menjadi contoh teladan kepada generasi baharu. Ini adalah satu langkah yang penting dan asasi di jalan dakwah Islam. Mohonlah pertolongan dari Allah supaya Allah mudahkan dan jangan menyusahkan.
Wallahu alam bishowab.
Maroji’
Masyhur, Musatafa. Jalan dakwah pdf
Fillah, Salim A. Jalan Cinta Para Pejuang.
Fillah, Salim A. Saksikan Bahwa Aku seorang Muslim
Takariawan, Cahyadi. Keakhwatan 3.